Class 107B: Ketahui Sejarah dan Tipe-tipe Sajian Prasmanan (Buffet) atau All You Can Eat

Class 107B: Ketahui Sejarah dan Tipe-tipe Sajian Prasmanan (Buffet) atau All You Can Eat

Tidak banyak yang tahu bahwa sajian prasmanan sudah ada sejak abad ke-12. Kala itu para bangsawan dan kelas cendekia di Perancis sering kali mengadakan pertemuan di sebuah tempat yang menyediakan makanan untuk banyak orang.

Sebelum masuk ke acara inti, para tamu disuguhi sajian pembuka (appetizer) atau makanan ringan lain yang diletakkan di sebuah furnitur berbentuk meja agak panjang namun sempit (buffet dalam bahasa Perancis).

Pada abad ke-16, di Swedia sajian buffet tidak lagi terbatas pada makanan pembuka, tetapi juga makanan utama sekaligus. Cara ini tetap dipakai saat tipe sajian ini menjangkau benua Amerika pada 1940-an kemudian tersebar ke seluruh dunia hingga hari ini. Kata “buffet” yang awalnya merujuk furnitur meja kecil tempat makanan disajikan, kini menjadi istilah cara penyajian makanan itu sendiri.

Dalam sejarahnya di Nusantara, buffet dikenal juga dengan istilah prasmanan, pelintiran dari kata bahasa Belanda "fransman", sebutan oleh para pejabat kolonial terhadap orang-orang Perancis yang senang menggelar semua makanannya di atas meja. 

Kini, seiring perkembangan budaya dan bisnis, prasmanan jadi satu entitas tersendiri dalam bisnis makanan dan minuman. Bentuk-bentuk usahanya pun beragam tergantung target pasar, skala bisnis, dan gaya penyajian yang dipakai. Umumnya tamu datang dan mengambil makanannya sendiri, sementara pembayarannya bisa dilakukan sebelum, ataupun setelah makan.

Tapi, tahu tidak, kalau buffet atau prasmanan itu ada beragam bentuk sajian? Beda negara atau daerah, beda pula sajian buffet-nya.

Yuk, cari tahu perbedaannya di bawah ini, ciri khas dan cara penyajiannya yang unik:

Ragam buffet atau prasmanan berdasarkan negara dan makanan khasnya:

1. Chinese Buffets

Tipe buffet ini memang terkenal di dunia sejak ekspansi restoran-restoran chinese food yang menyajikan makanan khas Negeri Tirai Bambu. Berciri khas makanan segar, seafood dan aneka sayuran, chinese buffet menyajikan berbagai piring makanan jadi untuk tamu ambil beserta nasi atau karbohidrat lainnya—biasanya diletakkan di depan meja pemesanan.

American Buffet

Meski begitu, di banyak restoran buffet ini dikombinasi dengan pesanan makanan segar, yang baru dibuat setelah tamu memesan. Dalam tradisinya, para tamu biasanya makan dari sajian bersama, biasanya untuk 10-12 orang.

2. Indian Buffets

India menjadi negara yang terkenal dengan tradisi makannya yang khas, termasuk juga bahan-bahannya yang berbumbu. Sudah sejak lama India dikenal dengan tradisi makannya yang berkumpul dengan berpiring-piring makanan.

Bahkan, negara dengan makanan khas kari ini dianggap pelopor sajian All You Can Eat yang banyak diadopsi restoran-restoran zaman sekarang. Karena makanannya tinggi karbo dan lemak, Indian Buffet sering jadi pilihan usaha karena tamu hanya memakan porsi yang kecil-kecil.

Indian Restaurant (IndianTimes.com)

3. American Buffets

Buffet a la Amerika merupakan pembaruan dari tradisi asli buffet yang datang dari benua Eropa. Sejak perang dunia ke-2, buffet banyak diadopsi di hotel-hotel dan restoran baru di Amerika untuk menyenangkan para tamu dan rekan bisnis mereka. Tradisi makan Amerika kala itu yang banyak mengandung kentang, ayam goreng, dan ayam kalkun panggang bahkan juga dipakai di banyak acara keluarga, pernikahan hingga reuni. Tak jarang para tamu makan sambil berdiri, berbincang-bincang, bahkan bernegosiasi.

American Buffet- istockphotos.com

Dalam bisnis, cara buffet awalnya dipakai oleh para pengusaha kasino di Las Vegas, menyediakan aneka makanan low cost seperti salad dan daging tipis agar para tamu betah berlama-lama, sehingga mereka menghabiskan lebih banyak uangnya di meja judi.

4. Pizza Buffets

Perkembangan bisnis membuka jalan bagi berbagai makanan baru disajikan dalam bentuk buffet, tak terkecuali pizza. Di Amerika dan Eropa, buffet pizza dapat berupa beragam pizza jadi dan disajikan di satu meja, untuk tamu pilih sesuai kesukaannya.

Cloud9 Restaurant (TripAdvisor)

Dalam bentuk lain, pizza kosong disediakan restoran, dan para tamu bebas memilih jenis dan jumlah topping-nya untuk kemudian dipanggang. Disajikan pula sajian pelengkap seperti pasta, sup, dan salad jika tamu ingin menambah sendiri sesuai seleranya masing-masing.

5. Sushi Buffets

Seperti namanya, tipe buffet satu ini menyajikan ciri khas makanan khas Jepang yang melegenda: sushi. Makanan disajikan dengan cantik di piring-piring kecil yang umumnya berwarna gelap, terkadang bersusun sedemikian rupa sehingga menarik. Tidak jarang di belakang meja dipertontonkan kelihaian juru masak memotong daging ikan dengan teknik khusus yang hanya ada di restoran-restoran Jepang.

Sushi Buffet - Allworld.com

Karena harga daging ikan yang sushi-grade bisa sangat mahal, demi mendorong penjualan pengusaha restoran sering kali mengakali sajian dengan menyuguhkan berbagai makanan pelengkap yang bahannya lebih murah.

6. Bagaimana dengan prasmanan Indonesia?

Karena berasal dari latar belakang budaya yang beragam, sajian prasmanan khas Indonesia diangkat dari tradisi makan di berbagai daerah. Masakan dari Sumatra Barat, misalnya, yang walau secara bahan semua mirip Nasi Padang, tetapi penyajiannya bisa berbeda-beda. Ada Nasi Padang yang ditata di etalase dengan sayuran dan lauk dipilih saat tamu memesan, ada pula yang disuguhkan secara prasmanan, yakni semua makanan ditata di atas meja makan, untuk tamu memilih dan membayar makanan yang disantap saja.

Dalam berbagai acara, sajian buffet Indonesia banyak mengadopsi cara penyajian dari negara lain: panci saji dan cara penataan makanan di meja pakai cara Amerika, sedangkan menunya yang berlemak dan disajikan dalam porsi besar mirip dengan buffet gaya India.

Di pasar-pasar dan hotel sering ditemukan prasmanan dengan makanan khas tradisional, yang biasanya disajikan di tempat terbuka dan tamu bebas memilih isi makananya.

Di bisnis hype di kalangan kaum muda dan profesional, tipe All You Can Eat (AYCE) semakin gencar melakukan inovasi dan berbagi promosi untuk menarik perhatian masyarakat, mulai dari jenis menu, minuman khas, sampai dekorasi tempat. Semua agar mengembangkan tipe bisnis prasmanan ke level yang lebih tinggi dan bersaing dengan restoran-restoran lain.

 Baca juga: Tips Penataan Meja Buffet/Prasmanan 

Tipe-tipe buffet di atas adalah yang paling popular, dan masih banyak tipe lain yang dipengaruhi oleh tempat asalnya, budaya, juga tren bisnis yang berkembang. Selain dilihat dari asal tradisi dan jenis makanannya, tipe buffet juga dapat dilihat dari cara penyajian atau pelayanannya.

Tipe-tipe sajian prasmanan (buffet) berdasarkan cara pelayanannya:

Dirangkum dari unileverfoodsolutions.com, setidaknya ada 4 tipe buffet jika dilihat dari cara pelayanannya. Tipe-tipe ini akrab dipakai di berbagai kelas hotel dan restoran. Tipe-tipenya adalah:

  1.   Simple Buffet – Makanan dan minuman dalam jumlah banyak disajikan di atas meja prasmanan besar, dan para tamu mengambil sendiri semua yang dibutuhkan. Para pelayan (yang biasanya hanya beberapa orang) cukup bertugas untuk merapikan piring-piring atau gelas sisa makan-minuman, atau membantu para tamu dalam hal-hal yang kecil saja. Cara ini biasanya dipakai di acara resepsi.
  2.   Station-type Buffet – Makanan dan minuman disajikan di meja prasmanan, sementara seorang atau beberapa orang staf server, koki atau bartender bertugas khusus untuk melayani minuman atau sajian lain di luar makanan utama. Cara ini masih dipakai di banyak hotel yang ingin menambah nilai pelayanan bagi tamunya.

Station Buffet in Bangkok - Clickthecity.com

  1.   Modified Deluxe Buffet – Meja-meja makan sudah dilengkapi sendok, pisau dan garpu. Para tamu mengambil makanan di meja prasmanan, tetapi minuman dan makanan penutup (dessert) disajikan oleh pelayan langsung ke meja makan.
  2.   Deluxe Buffet – Pelayan menyajikan appetizer (biasanya sup atau salad) beserta minuman langsung ke meja makan, sementara tamu bisa mengambil makanan utamanya langsung di meja prasmanan.

Di samping untuk acara-acara kumpul bareng, resepsi, atau pelatihan, prasmanan juga banyak dipakai bisnis yang ingin mengakali komponen biaya makanan yang disajikannya. Oleh karena itu tipe makanan sering kali terdiri dari bahan-bahan yang bernilai tinggi, juga yang murah-murah. Ini demi mendapatkan keuntungan yang sebaik-baiknya.

Nah, sudah tahu kan, tipe-tipe sajian prasmanan atau buffet? Semoga bermanfaat ya. 

Baca juga tips bisnis lainnya: 

 -------------

Subscribe ke channel YouTube SerataFoods untuk tonton resep-resep sebelumnya, klik DI SINI.

Ikuti juga katalog online kita dan beli lewat Facebook di page SerataFoods, klik DI SINI.

Previous article Class 107C: Tips Menjalankan Usaha Prasmanan (Buffet) yang Menguntungkan
Next article Resep Madeleine Pandan Mungil dan Enak, Yuk Cobain!

Leave a comment

* Required fields

Sale

Unavailable

Sold Out