Cloud Kitchen - Konsep Usaha Kuliner Hemat Biaya dan Menguntungkan

Cloud Kitchen - Konsep Usaha Kuliner Hemat Biaya dan Menguntungkan


Apa itu CLOUD KITCHEN? Anda mungkin sudah sering mendengar kata Cloud Kitchen di beberapa bulan ini, terlebih dalam era pandemi yang melanda seluruh dunia.

Kali ini, kita akan membahas apa itu Cloud Kitchen dan bagaimana cara memulai usaha kuliner yang dapat memanfaatkan keuntungan dari Cloud Kitchen ini untuk menghemat biaya dan mendapatkan kembali keuntungan di era New Normal di Indonesia.

Cloud Kitchen adalah konsep usaha kuliner dimana dapur masak yang didirikan di suatu lokasi dalam suatu kota, hanya akan melayani pesanan yang akan dikirim  ke pelanggan atau diambil oleh pelanggan secara langsung. Konsep ini tidak membutuhkan lokasi pelayanan yang luas, karena tidak akan ada pelanggan yang duduk sambil menyantap makanan di lokasi dapur anda.

Cloud Kitchen ini juga sering disebut dengan nama lainnya seperti Ghost Kitchen, Shadow Kitchen, Virtual Kitchen, atau Dark Kitchen, yang menggambarkan bahwa dapur ini melayani pesanan pelanggan secara tidak langsung dan secara pengiriman saja.

Salah satu pencetus konsep Cloud Kitchen ini adalah tak lain dari pendiri Uber, Travis Kalanick, seiring dengan perkembangan aplikasi pengiriman makanan yang berkembang di dunia. Beliau telah mendirikan salah satu startup pertama yang mengakomodasi kegiatan Cloud Kitchen ini, yang bernama CloudKitchens.com. Konsep ini pun tidak asing di negara maju lainnya seperti China, dimana banyak sekali aplikasi pengiriman makanan dan pengusaha kuliner yang menggantungkan usahanya dari konsep ini.

Sekarang, berbagai startup di dunia telah menggeluti dan memfasilitasi berbagai usaha kuliner untuk terjun ke dalam konsep Cloud Kitchen ini, seperti Uber Eats, Deliveroo, GrabKitchen, Rebel Foods, dan masih banyak lagi.

--

Beberapa keuntungan utama dari konsep Cloud Kitchen ini untuk pengusaha kuliner, adalah sebagai berikut:

MINIMAL INVESTASI UNTUK MULAI

Karena kita hanya akan melayani pesanan yang dikirim atau diambil oleh pelanggan, kita tidak lagi perlu berinvestasi dan mengeluarkan uang untuk menyewa lokasi yang luas dan merenovasi lokasi tersebut untuk diisi dengan kursi pelanggan dan meja makan. Kita cukup fokus investasi pada peralatan dapur yang baik dan pendirian tim dapur yang solid. Hal ini dapat mengurangi nilai investasi dengan banyak dan memudahkan kita membuka cabang di area lain dengan cepat.

FOKUS KEPADA PRODUKSI MAKANAN & HEMAT BIAYA

Para Chef, ahli masak dan tim dapur dapat fokus secara penuh kepada proses masak dan mengeliminasi proses penyajian dan layanan di tempat kepada pelanggan. Hal ini juga dapat menimbulkan efisiensi tinggi, sehingga usaha kuliner cukup melatih tim dapur yang solid, tidak perlu lagi membentuk tim penyajian. Dengan ini, biaya bulanan dari bisnis kuliner anda juga akan turun drastis.

Gunakan alat online gratis seperti Trello.com untuk membantu kegiatan manajemen dan Jurnal.id untuk mencatat biaya-biaya anda.

KEMUDAHAN EKSPANSI CABANG

Mengingat rendahnya investasi per lokasi dan betapa efisiennya tim yang perlu dibentuk, kita juga dapat fokus pada menganalisa pasar dan menentukan lokasi cabang dapur kita yang berikutnya. Dengan analisa pasar yang baik, kita dapat membuka dan menggapai pasar-pasar baru di berbagai area kota lainnya.

KEMUDAHAN UJI COBA TES MAKANAN & KONSEP BARU

Karena mudah dan cepat untuk didirikan, konsep Cloud Kitchen ini sangat berguna untuk membantu para Juru Masak atau Chef untuk melakukan tes makanan terhadap pasar, tanpa harus menyediakan lokasi penyajian yang pada umumnya tidak murah.

Setelah kita berhasil mempelajari keuntungan-keuntungan dari Cloud Kitchen, mari kita simak simulasi suatu usaha kuliner berkonsep Cloud Kitchen:

Bu Ani sedang tertarik untuk memperdagangkan ayam geprek legendaris dari resep sang Nenek. Bu Ani tahu, bahwa di area sekitar rumah beliau sangatlah suka dengan Ayam Geprek, dan melihat potensi bisnis yang baik untuk menjual ayam geprek ini kepada komunitas sekitar.

Bu Ani melihat dapur di rumahnya, dan menemukan bahwa peralatan dapur Bu Ani cukuplah lengkap untuk usaha kuliner Ayam Geprek ini. Namun, luas dari rumah Bu Ani tidaklah cukup untuk dapat melayani banyak pelanggan yang akan datang untuk menyantap Ayam Geprek buatan Bu Ani.

Dengan bermodalkan hanya Rp 50 juta, Bu Ani pun memutuskan untuk membuka usaha kuliner dengan konsep Cloud Kitchen.

Bu Ani pergi belanja peralatan dapur yang dibutuhkan di www.seratafoods.com, kemudian mencari 1-2 orang sebagai tim dapur Bu Ani yang akan membantu proses memasak Ayam Geprek, lewat akun Lowongan Pekerjaan yang banyak tersedia di Instagram.

Bu Ani menamakan usaha kuliner ini dengan merk yang beliau sudah pikirkan baik-baik, yaitu AYAM GEPREK MBOK DEDES 1918 (nama dari Nenek pencetus resep dan tahun dari kelahiran Nenek).

Bu Ani pun mendaftarkan usaha di Pemerintahan Kota setempat sebagai UMKM, dan juga di berbagai platform pengiriman makanan seperti GoFood, GrabFood, dan MANGAN.

Setelah administrasi pendirian usaha sudah selesai, Bu Ani pun memulai kegiatan operasional dari Cloud Kitchen AYAM GEPREK MBOK DEDES 1918. Bu Ani juga tak lupa mengaktifkan akun Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business dari usaha kulinernya.

Secara keseharian, usaha Bu Ani mendapatkan pesanan makanan melalui GoFood/GrabFood/MANGAN, berkat bantuan marketing yang dilaksanakan secara digital lewat Instagram, Facebook, dan juga Buku Menu Online yang disebarkan lewat WhatsApp.

Alhasil, Bu Ani berhasil menjual 100 porsi ayam geprek setiap harinya, mencapai omset senilai total Rp 2.500.000/hari, tanpa melayani pelanggan di tempat. Dengan ini, Bu Ani telah menghasilkan Rp 75 juta setiap bulannya. Dengan asumsi laba kotor sebesar 50% dari Rp 75 juta, maka Bu Ani mendapatkan laba kotor sebesar Rp 37.500.000/bulan.

Bu Ani pun mulai membukukan biaya bulanan dari kegiatan Cloud Kitchen ini, berikut datanya:

  • Gaji: 2 orang pekerja paruh waktu * Rp 150,000/hari * 30 hari = Rp 9.000.000/bulan
  • Biaya Listrik: Rp 3.000.000/bulan
  • Biaya Air: Rp 500.000/bulan
  • Biaya Iklan Instagram & Facebook: Rp 500.000/bulan
  • Total Biaya Bulanan adalah Rp 13.000.000/bulan

Dengan perhitungan ini, Bu Ani dapat menghasilkan LABA BERSIH sebesar Rp 37.500.000 - Rp 13.000.000 = Rp 24.500.000/bulan

Dengan asumsi investasi sebesar Rp 50,000,000 karena belanja hemat di SerataFoods.com, maka Bu Ani dapat mencapai pengembalian modal hanya dalam kurun waktu 2-3 bulan saja!

Menyimak simulasi bisnis Cloud Kitchen di atas, pastikan anda sudah melakukan perencanaan bisnis dan operasional dengan baik. Pastikan juga untuk melakukan kegiatan pembukuan yang rapi dan teratur setiap harinya untuk menghindari pemborosan.

Tips kegiatan operasional:

  • pastikan telah mendesain makanan dan kemasan agar aman dan mudah dikirim kepada pelanggan. Pelajari prinsip keamanan makanan disini mengenai kontrol temperatur dan pengontrolan waktu masak dengan baik.
  • pastikan lokasi memiliki area serah-terima makanan yang rapi dan teratur, agar semua pesanan dapat dikirim dengan baik
  • pastikan lokasi memiliki akses internet yang baik untuk penerimaan pesanan, akses air mengalir, dan akses fasilitas memasak
  • pastikan lokasi memiliki fasilitas pendingin yang cukup untuk bahan baku
  • pastikan lokasi mempuyai sistem sirkulasi udara yang baik agar tempat tidak terlalu panas dan lembab, hal ini membuat makanan dapat bertahan lebih lama.
  • untuk tips mengenai marketing digital, cek blog kami disini.

Pastikan juga administrasi hal-hal di bawah ini telah anda perhitungkan:

  • pendaftaran kemitraan dengan aplikasi pengiriman makanan seperti GoFood/GrabFood/MANGAN dapat membutuhkan waktu 2-4 minggu berdasarkan kelengkapan dokumen usaha, pastikan anda sudah mempersiapkan jadwal dengan baik
  • dokumen usaha dapat anda proses melalui oss.go.id atau dengan bantuan Pemerintahan Kota setempat untuk Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) ataupun P-IRT untuk makanan kemasan.
  • anda dapat melakukan pencarian karyawan melalui akun Lowongan Pekerjaan yang banyak aktif di Instagram untuk mencari karyawan paruh-waktu ataupun penuh-waktu

--

Untuk tipe-tipe dari Cloud Kitchen pun terdapat 6 tipe Cloud Kitchen yang dapat kita pilih agar sesuai dengan visi bisnis kuliner kita. Simak topik di blog kami berikutnya.

Untuk berbagai tips lainnya seputar usaha kuliner, pastikan anda sudah berlangganan Newsletter kami! Daftar disini jika belum!

Artikel sebelumnya Resep || Georgetown Red Velvet Cupcake
Artikel selanjutnya Peralatan Dapur yang Wajib Dimiliki Pemula Untuk Kebutuhan Baking

Tinggalkan komentar

* informasi yang diwajibkan

Sale

Unavailable

Sold Out