U/Cafe,Resto,Reseller
U/Cafe,Resto,Reseller
Usaha katering sering jadi pilihan usaha pemula karena modal yang dibutuhkannya lebih kecil daripada membangun restoran atau warung. Banyak orang mulai mencoba usaha katering dengan berbagai cara,dari rumah dengan skala yang kecil, sampai yang khusus skala besar untuk acara seminar atau pernikahan. Tapi, tidak semuanya berhasil, bahkan banyak yang gagal sebelum berkembang.
Sama seperti jenis usaha lainnya, usaha katering bukan tanpa risiko dan juga tantangan. Karena sifat produksinya mengandalkan bahan segar, maka ada risiko kerusakan bahan baku, entah itu karena cuaca, penjualan yang tidak seimbang dengan stok, dan sebagainya. Selain itu, ada pula risiko kapasitas, ketidaksesuaian biaya, dan lain-lain. Sementara dalam hal tantangan, misalnya pemesanan tiba-tiba dalam jumlah besar, tantangan jarak antar yang jauh, atau permintaan pelanggan yang memerlukan persiapan khusus. Semua ini memerlukan kecermatan merencanakan bisnis dan kemampuan menyesuaikan dengan perkembangan dunia usaha.
Lalu, bagaimana cara memulai bisnis katering yang tepat? Apa saja yang perlu dilakukan sebelum memulai, dan bagaimana strategi-strategi usahanya agar pelanggan terus bertambah dan bisnis berjalan menguntungkan?
Beberapa langkah berikut mesti dilakukan sebagai tahapan awal sebelum memulai usaha katering. Juga, untuk memastikan bisnis yang diinginkan memiliki identitas, masuk dalam skala bisnis yang tepat, dan mempunyai keunggulan dalam kompetisi jangka panjang.
Sebelum memulai usaha apapun, termasuk katering, perlu mengetahui siapa tujuan produk dan jasa ditawarkan. Apakah orang-orang di lingkungan sekitar (pasar lokal), di wilayah bisnis tertentu, institusi pemerintah, atau pasar lebih besar hingga ke luar kota.
Untuk mengetahui target pasar yang benar diperlukan Riset dan Analisis pasar, menghitung besaran pasar termasuk juga mengukur kebutuhan konsumsi, harga, hingga biaya produksi yang diperlukan. Lebih lanjut soal bagaimana menentukan target pasar bisa dibaca di Class 106A: Menentukan Target Pasar Usaha Kuliner dengan Riset dan Analisis.
Sangat penting untuk menemukan keunikan dari produk kita, termasuk pula dalam usaha katering. Rasa yang enak dan unik akan memberikan kesan baik bagi pelanggan, seperti hal-hal yang penting dalam strategi branding lainnya. Produk yang unik bisa dibuat dengan mempertimbangkan beberapa hal:
Setelah menemukan keunikan rasa dan penyajian produk yang membuatnya unggul dalam kompetisi, langkah selanjutnya adalah memilih skala bisnis: apakah usaha katering ditujukan untuk individu (skala produksinya kecil) atau untuk institusi (skala produksinya lebih besar, tentu dengan biaya lebih mahal pula). Lebih detail, beberapa skala bisnis katering berdasarkan target pasarnya adalah:
Baca lebih jelas soal jenis-jenis katering berdasarkan skalanya di tulisan sebelumnya: Sejarah dan Jenis-jenis Usaha Katering
Baik katering antar ataupun yang menyajikan on the spot dalam jumlah besar memerlukan perlengkapan yang bersih, aman untuk makanan, dan mudah dipindah-pindahkan.
Jenis sajian dan skala usaha sangat menentukan peralatan dan perlengkapan apa yang pas untuk usaha katering kita. Setelah mengetahui pasar, produk dan skala usaha, membeli peralatan memerlukan riset tersendiri, mencari harga paling murah dengan kualitas paling bagus.
Dengan menjamurnya platform penjualan barang secara online dengan kualitas yang terjamin, banyak pelaku usaha melengkapi peralatan dapur dan usahanya lewat pembelian online. Untuk melengkapi kebutuhan dapur usaha, cek koleksi peralatan katering dan Buffet di SerataFoods.com.
Tahapan penting lainnya dalam usaha katering yang akan sangat bermanfaat dalam menghemat waktu dan memperbesar keuntungan adalah: mengetahui trik produksi dalam jumlah besar. Berbeda dengan membuat makanan untuk beberapa orang atau maksimal satu keluarga, memasak katering ditujukan untuk puluhan, ratusan bahkan ribuan orang. Batas waktu dan biaya mengharuskan pengusaha katering menyiasati bahan, waktu, anggaran dan proses produksinya agar produk selesai tepat waktu, hasil jadi maksimal dan keuntungan juga terjaga.
Beberapa trik yang berguna adalah:
SIlakan lihat panduan HACCP di bawah ini untuk pengertian karakteristik bahan makanan untuk menghindari pertumbuhan bakteri atau kerusakan makanan.
Baca juga: HACCP: Pengertian dan Manfaatnya dalam Menjamin Kualitas Pembuatan Makanan
Silakan juga tonton video Ramen berikut ini sebagai gambaran bagaimana memproduksi 400 makanan sekaligus.
Setelah skala bisnis dan keunikan produk diketahui, barulah menyusun rencana bisnis yang lengkap dengan anggaran biayanya, termasuk memperkirakan berapa modal awal yang dibutuhkan.
Menyusun anggaran biaya tentunya memerlukan kecermatan dan ketelitian. Selain skala usaha, perlu juga mengetahui perkiraan produksi dalam sehari, seminggu atau sebulan, berapa banyak bahan yang diperlukan, peralatan-peralatan, sampai biaya tenaga kerja yang harus dilakukan bila perlu.
Merencanakan anggaran biaya usaha kuliner, termasuk katering bisa bercermin dari beberapa usaha dengan skala yang sama, menyesuaikan item-item belanja sesuai kebutuhan, dan melakukan proyeksi biaya, pendapatan dan pertumbuhan berdasarkan target pasar. Namun biasanya, sebuah rencana bisnis yang lengkap sudah mencakup kebutuhan biaya yang dimaksud.
Untuk memahami lebih rinci beserta rancangan biaya usaha, bisa dipelajari contoh usaha Kopi Susu Kekinian berikut: #IdeUsahaKopi: Berapa Dana yang Diperlukan untuk Usaha Kopi Susu Online?
Baca juga: Menghitung Biaya Usaha Kuliner Secara Sederhana
Baca juga: Cara menentukan Layout Meja Prasmanan agar Tidak Tekor
Itulah beberapa langkah persiapan sebelum memantapkan rencana memulai bisnis katering. Sekarang, setelah menentukan bentuk dan skala usaha, penting pula menggali pengetahuan lebih banyak soal produk yang baik, cara penyajian yang unggul, serta teknik-teknik bisnis katering yang diperlukan.
-----
Leave a comment