Class 106A: Cara Menentukan Target Pasar untuk Usaha Kuliner dengan Riset dan Analisis

Class 106A: Cara Menentukan Target Pasar untuk Usaha Kuliner dengan Riset dan Analisis


Banyak orang yang berniat membuka usaha kafe, toko kue (bakery), warung kopi, bahkan restoran, tetapi tidak tahu bagaimana cara memasarkan produk kuliner, tidak tahu bagaimana melakukan riset pasar kemudian menentukan target pasar.

Apakah kafe, resto, toko roti (bakery), atau warung sudah memilih lokasi yang benar, menentukan harga dengan benar, serta produk unggulan, semuanya akan berangkat dari kemampuan memahami pasar yang ingin dituju. Kemampuan memahami kondisi, besaran pasar, serta target pasar secara spesifik akan menjadikan bisnis kuliner berjalan efektif, meningkatkan keuntungan, dan merangkul pelanggan setia.

Baca juga: Mau Usaha Kopi Susu Kekinian? Ini Tipsnya

Nah, apa sih pentingnya riset pasar, bagaimana caranya, dan bagaimana strategi marketing yang paling pas untuk usaha kuliner? Apa yang pertama kali perlu diketahui dan dilakukan sebelum menjual produk?

Mari kita jabarkan.

Setidaknya ada 2 tahapan awal yang perlu dipahami sebelum membuka dan memasarkan produk bakery. Secara umum, tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Riset & Analisa Pasar
  2. Tentukan Target Market

Biar memahaminya mudah, kita pakai contoh kasus SARI RASA berikut:

Seorang pengusaha dengan merek “SARI RASA” hendak membuka usaha bakery ritel Tapi ia perlu tahu siapa target market sebenarnya, bentuk toko atau metode penjualan yang tepat, kisaran harga, serta strategi pemasaran yang benar agar produk bakery-nya laris-manis.

Bagaimana tahapannya?

1. Riset & Analisa Pasar

Ada dua macam data: Survei dan Riset. Survei berarti terjun langsung ke lapangan, bertanya kepada masyarakat maupun calon-calon pelanggan di daerah tertentu, apa yang mereka sukai tentang produk. Sementara Riset dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk dipelajari sesuai dengan kebutuhan. Kedua hasil riset ini nantinya dituangkan ke dalam analisis. 

Data Survei

Pemilik Sari Rasa beserta timnya lantas terjun ke sebuah pusat perbelanjaan dan sebuah area di sekitar kampus, membagi-bagikan sampel kue dan rotinya kepada orang-orang (perkiraan calon pelanggan yang diinginkan), lalu mengumpulkan data dari sana. Data dan feedback yang didapatkan dari orang-orang inilah yang nanti menjadi data hasil survei

Data Riset

Untuk memperkuatnya, ia menambahkan Data Riset, bersumber dari hasil dokumentasi bisnis-bisnis sebelumnya, video-video perkembangan bisnis di daerah perkantoran dan kampus, hasil survei pengusaha-pengusaha lain, sampai data-data tingkat konsumsi masyarakat berdasarkan pemerintah setempat. Dari sini ia menemukan pola konsumsi masyarakat, daya beli di suatu daerah, besaran pengeluaran, atau tren produk bakery yang paling menjual.

Gabungan kedua jenis data ini akan memberikan poin-poin kesimpulan soal pasar target Sari Rasa, mencakup:

  1. Tipe demografi (usia, gender, budaya)
  2. Daya beli (berkaitan dengan berapa harga jual yang pas)
  3. Selera pelanggan dan produk/rasa favorit
  4. Gaya hidup (cara membeli, suka makan di tempat atau bawa pulang, kebiasaan konsumsi secara luas)
  5. Potensi tipe pelanggan setia
ilustrasiSumber: upserve.com

Berdasarkan serangkaian riset di atas, hasil temuan dan analisisnya adalah:

  1. Tipe Demografi: Usia 21 hingga 35 tahun, Gender 30% laki-laki dan 70% perempuan (berdasarkan bagi-bagi tester dan survei primer yang dilakukan di kantor dan kampus-kampus). Kebanyakan kaum urban, bekerja sebagai karyawan, berlatar daerah dan budaya berbeda-beda. 
  2. Daya Beli: Pendapatan menengah ke bawah 25%, Pendapatan menengah ke atas 75% (berdasarkan info kisaran gaji dan tingkat belanja dari data BPS setempat). Kisaran pengeluaran untuk jajan adalah Rp25.000 hingga Rp50.000 per hari.
  3. Selera pelanggan dan rasa favorit: Menyukai produk coklat, cookie beraneka rasa, dan roti berbahan buah (berdasarkan bagi-bagi tester dan survei primer). Makanan yang sedang trending di media sosial adalah cookie.
  4. Gaya membeli: 70% beli bawa pulang, 20% makan di tempat, 10% lewat jasa food delivery atau ojek online.
  5. Potensi pelanggan setia: kaum perempuan usia 17-35 tahun, berpendapatan menengah ke atas dengan pengeluaran antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per hari, penyuka coklat dan cookie, pelanggan takeaway dan juga penyuka kafe . (Kelompok ini mengaku suka dengan produk dan tidak keberatan untuk membayar senilai harga yang diperkirakan, bahkan lebih).

2. Menentukan Target Pasar (Secara Spesifik)

Kalau berdasarkan hasil analisis di atas, maka target pasar bakery Sari Rasa adalah:

contoh target market

Inilah pasar target yang perlu difokuskan. Spesifik.

Nah, setelah mengetahui target pasar yang spesifik di atas, apa strategi pemasaran yang tepat agar bentuk bisnisnya sesuai dengan pasar tersebut, penjualannya tepat sasaran serta menguntungkan?

Semuanya berangkat dari pasar, maka Sari Rasa menjabarkan strategi pemasarannya sebagai berikut.

strategi marketing usaha kuliner berdasarkan riset

Setelah target pasar dan strategi marketing yang tepat dijabarkan sebagaimana di atas, kini Sari Rasa sudah tahu, apa yang harus dilakukan segera untuk operasional awal. Selain itu, mereka juga dapat membuat agenda kerja marketing selama periode tertentu (misal bulanan, mingguan, sampai harian), agar target pasar di atas tetap setia membeli dan selalu kembali. 

Secara garis besar, kegiatan marketing dapat dilakukan secara offline maupun online.

Offline Marketing berupa lokasi, layout, dan dekorasi toko yang sesuai dengan target pasar nantinya diimbangi dengan Online Marketing, yang sesuai dengan kebiasaan belanja, tema kesukaan, serta produk kegemaran target market. 

Selain itu, poin pentingnya adalah bahwa Sari Rasa akan mengoptimalkan penjualan take away lewat counter di toko, ditambah pelayanan makan dan minum dalam bentuk kafe mini.

Mengetahui target pasar dan rincian-rinciannya seperti di atas akan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana produk harus dijual, kemudian dipasarkan. 

Dalam bisnis kuliner, karena semua berfokus pada rasa dan selera, analisis dan strategi marketing Sari Rasa juga banyak berfokus pada selera konsumsi pasarnya spesifik di atas.

Jika ingin membuat strategi marketing dalam tipe-tipe bisnis kuliner yang lain, template analisis dapat diunduh di sini: KLIK UNTUK UNDUH

Baca juga: HACCP: Pengertian dan Manfaatnya dalam Menjamin Kesehatan Produksi Makanan

Semoga ide tentang riset pasar dan menentukan strategi marketing usaha kuliner ini dapat bermanfaat, dan menginspirasi banyak pengusaha untuk berkembang lebih baik lagi.


.

Artikel sebelumnya Fitur dan Cara Pakai: FLEXIPAN SILICONE MOLD

Komentar

0miiloo - August 2, 2020

selain tempat,harga,Rasa&tampilan
apa saja yang di perlukan untuk menarik pelanggan di tengah Kompetitor lain nya?
#PersaingankonsepPelataran.

Arnaz - July 20, 2020

Sangaatt membantu sekali. Terimakasih

Tinggalkan komentar

* informasi yang diwajibkan

Sale

Unavailable

Sold Out