#108A: Pengertian dan Unsur-unsur Suksesnya Branding Restoran, Kafe dan Warung

#108A: Pengertian dan Unsur-unsur Suksesnya Branding Restoran, Kafe dan Warung

10 unsur suksesnya branding restoran kafe dan warung

Pada kesempatan kali ini kita mencoba menjawab pertanyaan banyak orang: Mengapa perlu branding, walaupun cuma menjual makanan? Nah, class #108A ini membahas pengertian, alasan, dan unsur-unsur branding restoran, kafe dan warung, serta bagaimana branding menjadi kunci penting majunya usaha dalam jangka panjang. Mari kita jabarkan.

Pengertian Branding 

Ada banyak sekali teori soal branding, bisa dari buku-buku bisnis praktis sampai yang ilmiah. Tapi pada dasarnya, pengertian branding berpusat pada bagaimana menyampaikan identitas dan ciri khas produk, layanan atau bisnis, sehingga berbeda dengan pesaing. 

Setiap produk atau layanan yang baik harus punya ciri khas, mudah dikenali, mudah diingat, dan mudah disukai. Dalam dunia kuliner restoran, kafe dan warung, branding bisa berupa ciri-ciri visual, nama unik yang akrab di telinga, atau suasana ruangan dan cara pelayanan yang bikin orang ingin selalu kembali.

Sebuah branding yang berhasil pada usaha kuliner tidak hanya memberikan kesan mendalam yang menyenangkan bagi konsumen, tetapi juga pengaruh secara keseluruhan. Sekali konsumen senang dengan sebuah brand, ia akan datang ke sana lagi, dan bahkan mengajak orang lebih banyak untuk mencoba. 

Branding restoran, kafe dan warung sebetulnya strategi terpisah dari kualitas makanan dan minuman (yang memang pada dasarnya harusnya enak).

Branding lebih menyentuh pengalaman menyantap dan suasana hati para konsumen. Dan karena menekankan pada experience dan pride (kebanggaan), branding akan mencakup tidak cuma penampilan, tetapi semua hal terkait restoran atau merek tersebut. Branding yang kuat akan jadi senjata penting dalam kompetisi bisnis, dan menonjolkan kekuatan sebuah restoran di hadapan para pesaing.

Contoh-contoh branding restoran, kafe, atau warung yang berhasil

Beberapa contoh branding restoran, kafe atau warung yang berhasil di Indonesia saat ini antara lain:

Holland Bakery

Rahasia sukses branding holland bakery

Coba perhatikan: di kota manapun, toko Holland Bakery selalu memajang branding khas mereka, yakni kincir berputar di atap toko. Tidak ada toko roti ternama yang mengikuti cara Holland dengan kincir mekanik seperti itu, dan karena satu ciri sederhana ini, atap toko Holland begitu unik meskipun dilihat dari kejauhan.

Selain itu, warna fasad bangunan toko disamakan: merah marun dan putih tulang, dan dipakai di setiap outlet di manapun itu. Kekuatan branding semacam ini sudah dipakai sejak dulu (Holland sudah berdiri di Indonesia sejak 1978 dan jadi pelopor toko roti modern), dan tidak lekang oleh waktu. Terbukti, beberapa brand toko roti lain mengikuti cara Holland, tentu dengan karakter tampilan tokonya masing-masing. 

Meski kini berhadapan dengan banyak pesaing termasuk toko-toko roti lokal, Holland tetap dikenal berbeda, karena kincir dan warna gedungnya. Ini adalah branding sederhana, tradisional, namun melekat kuat di benak publik.

Waroeng Steak "Steak Luar Biasa"

rahasia sukses branding waroeng steak luar biasa

Waroeng Steak juga pakai cara serupa: warna khas di outlet warung manapun mereka beroperasi. Warna hitam dengan aksen brand kuning, termasuk pada tulisan nama dan slogan di depan toko begitu unik dan melekat di wajah publik. Berbeda dengan Holland bakery yang legendaris dan menyasar pasar keluarga, “Waroeng Steak” pakai cara modern dan kekinian dalam visualisasinya, seperti target pasarnya yang adalah pekerja muda dan mahasiswa.

Warna aksen bangunannya menggunakan warna cerah, sampai pemilihan font-nya khas anak gaul masa kini. Berpadu dengan lini produk mereka yang fokus, WS baik bentuk warung dan pemilihan warnanya jadi idola orang muda di banyak kota yang ingin menikmati sajian steak relatif murah.

Kopi Kenangan

rahasia sukses branding kopi kenangan - creadit patricia liswanto

Meski baru berjalan setahun (berdiri 2018), penjualan Kopi Kenangan begitu tinggi sehingga sudah berhasil membuka 16 gerai di kota-kota besar dengan penjualan sekitar 178.000 gelas setiap bulannya. Terbaru, menurut COO-nya James Prananto (Kumparan 30/10/2019), Kopi Kenangan berhasil mengantongi pendanaan awal sebesar $8 juta atau setara Rp121 miliar untuk menggencarkan ekspansi di lebih banyak kota. Lalu, mengapa Kopi Kenangan begitu berhasil di usianya yang masih belia?

Pertama, konsep pelayanan Kopi Kenangan adalah “grab and go. Berbeda dengan merek premium seperti Starbucks dan Excelso yang bersaing merebut pasar kafe kopi, Kopi Kenangan tidak mau repot berinvestasi besar untuk menyewa tempat di mana orang duduk dan menyantap. Mereka cuma fokus pada gerai kecil, tanpa tempat duduk, dan semua produk adalah untuk dibawa pulang. Fleksibilitas seperti ini memungkinkan mereka masuk ke mal-mal besar dan kecil, tempat hiburan, rumah sakit, atau berbagai lokasi lain yang tidak menyediakan lahan luas. Investasi mereka fokuskan pada kualitas produk dan marketing

Kedua, branding Kopi Kenangan dengan logonya yang sederhana justru melekat di benak banyak kaum muda yang notabene adalah pasar mereka. Bukan nama mentereng yang sulit dieja, nama “Kopi Kenangan” yang sentimentil sejalan dengan tren media sosial orang-orang di mana mereka sering mengungkapkan apa yang mereka rasakan, termasuk kenangan-kenangan yang lucu dan menyentuh sekalipun. 

 

Menurut Emotivebrand, emosi dan perasaan adalah kunci pemilihan brand yang sukses. Brand yang kuat adalah yang memicu perasaan tertentu dalam hati orang-orang. Sebuah brand akan menonjol jika ia dapat menyentuh publik dengan 2 perasaan: 1) Feels Good/Rasanya Menyenangkan; 2) Feels Right/Rasanya Pas

Feels Right akan membuat konsumen merasa, “Oh ya memang benar, kualitasnya seperti yang mereka janjikan, dan saya sepaham dengan tujuan bisnisnya.” Sementara Feels Good, dan ini penting, akan membuat konsumen merasa “oh, menyenangkan sekali, dan memuaskan, memang seperti ini rasanya”, saat menikmati produk, mengubah mood jadi lebih positif. 

Ada yang menyarankan Feels Right lebih dulu dikejar, untuk menguatkan kredibilitas produk dan pelayanan, barulah Feels Good untuk mengikat kesetiaan pelanggan dan sentimen positif terhadap produk dalam jangka panjang. Tapi tentu saja kekuatan ini bisa diutak-atik tergantung kebutuhan pasar dan karakter bisnis. 

Apakah Kopi Kenangan sudah berhasil pada keduanya?

Menurut penikmat Kopi Kenangan, kenapa tidak mengenang hal-hal yang menyentuh di masa lalu sambil menikmati es kopi? Kekuatan branding yang menyentuh perasaan banyak orang tentu saja bikin penasaran. Sisanya tinggal menikmati popularitas lewat unggahan-unggahan para pembeli di media sosial. Tidak mengherankan kalau sekarang banyak merek kopi lain yang mengikuti tren penamaan seperti ini.

10 Unsur Penting Suksesnya Branding Restoran 

Dalam bisnis kuliner, branding ditujukan untuk melekatkan produk dan layanan ke benak konsumen dan calon konsumen. Lalu, dalam hal apa branding bisa dibangun untuk restoran, warung dan kafe? Catat: ini 10 unsur penting branding yang berhasil:

1. Target Pasar

Siapa target konsumen restoran, warung atau kafenya? Apakah pekerja? Pelajar-mahasiswa? Atau keluarga? Mengetahui target pasar adalah cara di awal menentukan semua hal terkait branding yang akan dipakai. Baca selengkapnya di Cara Menentukan Target Pasar Usaha Kuliner

2. Konsep

Banyak restoran dan kafe masa kini yang mengusung konsep muda, terbuka dan akrab, banyak juga yang berkonsep tenang, tertutup dan hangat. Ada yang memasang banyak lampu dan dekorasi interior cantik agar menarik untuk difoto dan diunggah ke Instagram, ada juga yang berkonsep minimalis seperti ruangan tamu atau tempat bekerja. Ada yang berkonsep full service dengan banyak pelayan, ada yang self-service seperti restoran cepat saji atau prasmanan. 

Mengikuti ciri produk dan target pasarnya, konsep usaha kuliner sebetulnya sangat banyak pilihan, juga sumber referensinya ada banyak. Memilih konsep yang sesuai dengan produk dan pasar sangat membantu memperkuat brand. Beberapa bacaan bagus tentang konsep restoran bisa di-klik:

Mau Berbisnis All You Can Eat? Kenali Tipe-tipe Prasmanan Berikut

Tips Menentukan Layout Restoran

    Nilai produk dan layanan harus konsisten dari waktu ke waktu. Misal, ramah lingkungan. Sejak awal operasi dan seterusnya, semua hal terkait produk dan layanan harus melibatkan cara-cara yang baik, atau semisal meniadakan sedotan sekali pakai, kantong plastik, atau meminimalkan limbah makanan. Contoh lain: kebersihan. Misi utamanya adalah meja tidak boleh dibiarkan kotor lebih dari 5 menit, sehingga setiap konsumen yang baru tidak perlu melihat sampah atau sisa makan berserakan terlalu lama. 

    Nilai harus disebarkan ke semua staf, dan diterapkan di semua gerai di manapun beroperasi. Dengan sendirinya, konsumen dan publik pada umumnya akan mengapresiasi nilai bisnis yang dibawa tersebut.

    3. Nama

    Memilih nama untuk sebuah produk atau perusahaan bisa menghabiskan berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Aturan dasarnya: pilih nama yang unik, mudah diingat, dan sesuai dengan produk atau layanan. Nama memberi tahu orang-orang apa dan bagaimana produk dan layanan sebuah restoran, juga secara tersirat mengajak orang-orang untuk menikmati

    Stickybranding mencatat ada 3 (tiga) tipe umum nama bisnis atau brand:

      • Deskriptif: menjelaskan secara langsung apa dan bagaimana produk atau layanan. Contoh: Pizza Hut, Indomie Mie Goreng Spesial, Coca-Cola, atau Mangan.
      • Sugestif atau Analogi: mengibaratkan sesuatu, semacam metafora atau perumpamaan. Contoh: Twitter (seperti burung yang saling berkicau), RuangGuru (mengumpamakan proses belajar dalam satu tempat lengkap dengan pendampingan), atau Grab (metafora atau istilah yang dipakai saat hendak memesan taksi).
      • Tidak Berhubungan: nama tidak ada kaitannya dengan ciri produk atau layanan. Bisa diambil dari kata-kata acak, kata buatan, atau dipilih secara matang tanpa relevansi sama sekali. Seiring waktu, nama kemudian melahirkan brand dan dengan sendirinya membangun kekuatan. Contoh: Apple (produk ponsel dan jam tangan premium), Starbucks (kopi), Matahari (pakaian), atau Snowman (alat tulis).

    Jika tidak mau repot membagi-bagikan nama ke dalam 3 sifat di atas, untuk membantu bisnis pemula ini 10 Kategori Nama Brand yang Bisa Dipilih.

    Logo

    desainlogoonline.net

    Logo adalah unsur branding visual yang akan diingat sepanjang waktu. Karena itu, sekali melekat di benak orang-orang, sebuah logo akan sulit untuk diganti. Memang rebranding logo bisa berhasil jika kekuatan produk masih sangat menonjol. Tapi jika diubah dengan cara serampangan, maka logo baru justru merusak kekuatan produk atau layanan. Logo bisa berupa emblem atau bentuk (mis. Dufan dan McDonald’s), tulisan kata (mis. EXCELSO dan SERATAFOODS), atau gabungan keduanya (mis. Pizza Hut dan Pertamina). Ada banyak website pembuatan logo secara mandiri dan bisa selesai hanya dalam 1 menit.

    Slogan (Tagline)

    Slogan atau tagline adalah kalimat singkat, atau gabungan beberapa kata yang merangkum kekuatan brand, juga menyampaikan misi bisnis secara keseluruhan, sering kali ditemukan di bawah tampilan logo. Beberapa slogan yang melegenda adalah “Indomie Seleraku”, “Semakin Di Depan”, dan “Terus Terang PHILIPS Terang Terus”.

    Suasana (Ambience)

    Pegi-pegi.com - 10 Tempat Nongkrong di Surabaya yang gaul abis

    Suasana sangat penting dalam branding restoran, kafe dan warung. Karena dapat membentuk perasaan dan pengalaman menikmati (experience), suasana meliputi banyak hal, dan terkadang memerlukan investasi tertentu untuk membuatnya lengkap. Ada orang-orang yang memilih suasana ramai, ada yang sepi dan hangat. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan suasana ruang usaha kuliner antara lain

    Baca juga: Ciri-ciri Pelayanan yang Baik di Restoran, Warung dan Kafe agar Digemari Banyak Orang

    Website dan Media Sosial

    Orang-orang zaman sekarang lebih senang memantau Google untuk mencari restoran baru, kafe dan warung baru, sekaligus membaca review dari orang-orang. Orang-orang juga rajin membuka Instagram, Facebook dan media sosial lain untuk mencari info soal makanan dan menentukan tanggapan mereka sebelum memutuskan untuk membeli.

    Kehadiran di Internet dan media sosial akan menunjukkan keseriusan sebuah bisnis menggapai calon konsumen, dan dengan demikian orang-orang akan menilai kualitas produk dan layanan juga dari engagement yang dibangun lewat website dan media sosial tersebut. Semakin akrab sebuah brand dengan orang-orang di Internet, semakin dikenal brand tersebut dan semakin besar pula peluang penjualan.

    Baca juga: Strategi Pemasaran Online Usaha Kuliner

    Penyajian Produk atau Layanan

    Terlepas dari rasanya, cara menyajikan produk atau layanan kuliner lainnya juga jadi unsur brand yang penting. Sekarang banyak usaha katering atau makanan resto memilih besek bambu sebagai wadah sajian makanannya, dan ternyata disukai banyak orang. Sebelumnya sudah popular penggunaan daun pisang sebagai pelapis piring, dan juga jadi ciri khas banyak warung makan yang disukai, apalagi sejak isu kepedulian lingkungan makin digaungkan. 

    Jika produk makanan dan minuman adalah olahan dan bisa dibawa pulang atau dipajang di toko-toko, branding sudah dimulai dari pemilihan jenis dan bahan kemasan, desain warna dan tulisan, sampai pemilihan etalase tempat memajang produknya. Penyajian juga menambah nilai pengalaman (experience) dalam menikmati produk, dan tentunya ikut menambah nilai jual.

    Cenderamata (Merchandise)

    contoh toko suvenir di manado - indonesia tourist news

    Beberapa restoran juga dikenal karena cenderamata-nya. Beberapa dengan membagikan makanan atau minuman gratis sebagai pelengkap, atau produk tambahan yang dipajang di setiap resto atau warung. Beberapa program loyalty juga membagikan bolpoin atau kaus gratis, gantungan kunci, pin atau benda kecil lainnya. Cara ini juga dapat membantu branding semakin luas, dan bisa dipakai jika ingin membangun kesetiaan konsumen dalam jangka panjang.


    Nah, itu dia unsur-unsur penting membangun branding usaha kuliner restoran, warung, atau kafe. Mau branding semakin kuat? Bangunlah sinergi di antara semua unsur di atas, agar berjalan bersamaan dan berkelanjutan. 

    Banyak yang bilang brand adalah duta utama dari bisnis, yang bersentuhan langsung dengan konsumen, dan terlebih lagi orang-orang yang belum jadi konsumen, yang sering dilihat dan akan sering difoto. Brand tidak hanya menampilkan nama dan logo, tetapi juga menyampaikan pesan dan menawarkan keunggulan. Sebagaimana dijelaskan di atas, brand yang kuat dapat memicu perasaan tertentu dalam hati orang-orang.

    Sebuah brand yang berhasil adalah yang melibatkan perasaan konsumennya secara konsisten alias terus menerus sehingga diingat sepanjang waktu.

    Memang membangun brand memerlukan waktu, tenaga dan investasi. Akan tetapi sekali berhasil, strategi branding yang baik dalam usaha kuliner tentunya juga melekat erat dalam benak masyarakat luas, dan akan menarik minat orang-orang untuk kembali lagi dan lagi. Dengan demikian, terjawab sudah pengertian branding, unsur-unsurnya, sekaligus pertanyaan mengapa setiap bisnis memerlukan branding, semoga bermanfaat.

    —-

    Previous article 12 Kategori Nama yang Sering Dipakai untuk Brand Produk dan Bisnis
    Next article Gula Melaka Cake dengan pendamping Es Puter Kelapa

    Leave a comment

    * Required fields

    Sale

    Unavailable

    Sold Out