Class106B: Strategi Pemasaran Offline dan Online Usaha Kuliner di era Media Sosial

Class106B: Strategi Pemasaran Offline dan Online Usaha Kuliner di era Media Sosial

strategi marketing offline dan online

Setelah menentukan target konsumen secara spesifik lewat analisis pasar (Class 106A - Menentukan Target Pasar), bakery “SARI RASA” kini harus menentukan langkah selanjutnya dalam eksekusi bisnis mereka: strategi pemasaran. 

Dari Riset dan Analisis sebelumnya, Sari Rasa sudah menentukan target pasar mereka sebagai berikut: 

Bagaimana strategi marketing yang pas dengan target market yang demikian?

Ada beberapa cara memasarkan produk kuliner, baik itu bakery seperti Sari Rasa, kafe/restoran, ataupun jasa delivery makanan, baik lewat offline maupun online marketing. Strategi-strateginya pun beragam tergantung hasil analisis pasar, tipe produk dan karakter bisnis. Perkembangan bisnis masa sekarang yang serba-digital membuat kedua tipe marketing ini harus digencarkan secara bersamaan.

A. Offline Marketing

Cara menggencarkan offline marketing sebenarnya ada banyak. Misal, dalam bisnis kuliner daya tarik utamanya adalah penampilan produknya itu sendiri, visual dan suasana tempat, serta kesan yang didapatkan pelanggan dari sebuah pelayanan. 

Tampilan produk harus bagus, kemasan dan tempat penyajian juga harus bersih dan menarik. Di samping itu, pelayanan yang ramah dan solutif juga mutlak untuk memenuhi keingintahuan atau rasa ketertarikan konsumen. 

Baca juga: HACCP: Pengertian dan Manfaatnya dalam Produksi Makanan

Coba kita bahas beberapa poin yang perlu perhatian khusus dalam offline marketing:

1. Lokasi penjualan yang dipilih

Lokasi penjualan juga bagian penting dari strategi offline marketing. Lokasi akan menentukan berapa besar sirkulasi orang yang berpotensi digaet menjadi pelanggan. Lokasi usaha idealnya berada dalam radius +/- 5 km dari target market. Semakin dekat dan makin baik aksesnya, makin baik.

2. Suasana tempat (ambience) sesuai dengan tema produk/ jasa

Menciptakan suasana tempat makan sangatlah penting agar pelanggan datang kedua kali dan seterusnya. Ambience bisa meliputi:

  • Dekorasi unik dan sedap dipandang yang relevan bagi target pasar
  • Pencahayaan (listrik atau alami) yang nyaman
  • Tata Letak (Baca lengkap: Tips Memilih Layout Restoran, Warung dan Kafe)
  • Warna tempat, produk, kemasan, dan pakaian pelayan
  • Akustik (musik atau bunyi-bunyian latar lainnya)
  • Aroma (misal parfum ruangan yang aromatik bakery)
3. Tampilan produk menarik

Tampilan produk menarik dan mudah diingat juga meninggalkan kesan khusus bagi pelanggan, membangun brand awareness. Tidak harus mahal, mengolah tampilan produk sejak diproduksi, disajikan, sampai kemasannya pun bergantung pada kreativitas pengelola bisnisnya. (Ide kemasan, alat-alat baking dan dekorasinya bisa diperoleh lewat seratafoods.com)

4. Pelayanan staf serving atau frontliner bersih dan meyakinkan

Juga sama pentingnya: pelayanan yang baik dari staf kepada pelanggan. Baik itu staf frontliner bakery atau pelayan di restoran, pelayanan serta komunikasi yang bagus akan memunculkan apresiasi dari pelanggan. Perlu pelatihan menyeluruh kepada karyawan soal tata cara melayani dengan benar. 

5. Media pemasaran visual

Papan menu dan kartu menu, media promosi indoor di dalam toko, sampai spanduk-spanduk outdoor masih jadi andalan banyak bisnis resto atau toko makanan. Gabungkan dengan online marketing untuk hasil maksimal.

Sekarang, bagaimana Sari Rasa memanfaatkan offline marketing untuk bisnis bakery-nya yang baru mulai?

Strategi Offline Marketing di Sari Rasa

Dengan anggaran pemasaran yang ada, Sari Rasa berfokus pada strategi-strategi offline berikut:

  1. LOKASI: Memilih lokasi toko dalam radius +/- 5 km di kawasan target pasar: yaitu karyawan kantor. 
  2. SUASANA: Ambience toko nyaman, aman, dan bikin betah. Pencahayaan toko juga hangat, nyaman bagi orang-orang yang ingin bersantai. 
  3. TAMPILAN: Warna kemasan disesuaikan dengan tema toko, yakni putih susu dan coklat. Produk-produk unggulan dikemas lebih menarik.
  4. PELAYANAN: Staf toko dibekali seragam dan baju kelengkapan yang memikat, berwarna tema sama dengan toko, dan dijaga kebersihannya setiap hari. Pelatihan khusus setiap bulan juga diberikan kepada pelayan, staf konter dan kasir agar tetap ramah dan akrab dalam melayani. Untuk menjaga kesetiaan pelanggan, program loyalti bisa digunakan.
  5. MEDIA: Tulisan merek “SARI RASA” ditonjolkan dengan font besar dan unik, nampak jelas dari jalan maupun gedung-gedung tinggi. 
  6. Di dalam toko, materi marketing seperti x-banner dan kartu menu didesain unik dan mudah diingat.

Untuk lebih lengkapnya bisa dijabarkan dalam tabel berikut:

B. Online Marketing

Manfaat online marketing bisa dioptimalkan untuk menjual produk dan jasanya kepada khalayak ramai, dan dalam prosesnya juga membangun brand awareness, agar brand dan produk makin dikenal publik. Kalau offline marketing berpusat pada tempat usaha, media cetak dan cara pelayanan, maka teknologi yang dipakai dalam online marketing dapat menjangkau pasar yang lebih jauh dan lebih luas.

Baca juga: Class 103C: Menghitung Biaya Usaha Kuliner Secara Sederhana

Secara umum berikut poin-poin kunci suksesnya online marketing:

cara memasarkan produk secara online

Strategi Online Marketing Bakery Sari Rasa

 Setelah survei lebih lanjut, Sari Rasa menemukan bahwa target pasarnya (yang berusia 21-35 tahun) sebagian besar menggunakan Instagram sebagai media sosial favorit. Baru setelahnya YouTube, Facebook, dan Twitter. Dari riset yang sama pula, ditemukan bahwa orang-orang di Instagram sering mengomentari dan menunjukkan ketertarikan terhadap produk lewat komentar dan direct message.

Dengan menggunakan poin-poin pendekatan dari infografis di atas, dan menyesuaikan dengan anggaran yang ada, bakery Sari Rasa menentukan fokus strategi online marketing-nya adalah: 

  1. MEDIA SOSIAL: Memasarkan Sari Rasa secara intens di Instagram dan YouTube, sementara Facebook sebagai pelengkap dengan membuka page dan membentuk komunitas. Staf khusus pemasaran online direkrut, membantu pemilik mempromosikan lewat IG, YouTube, dan Facebook, termasuk di dalamnya eksekusi strategi SEO, mengatur post, dan merespon tanggapan follower.
  2. FOTO YANG MENARIK: Orang menyukai visual yang cantik, jadi fokus Sari Rasa adalah foto yang bagus, copy yang memikat, dan call to action yang mengajak orang mampir ke toko, sekaligus membangun brand awareness. Jumlah follower, tingkat engagement, dan subscriber di setiap medsos dianalisis setiap bulan.
  3. APLIKASI PENGANTAR MAKANAN: Ikut penjualan lewat aplikasi delivery online (Gojek, Grab) dan membuat promosi khusus.
  4. FORUM DISKUSI: Untuk memahami tren terbaru dan dinamika bisnis bakery, Sari Rasa juga terlibat dalam diskusi forum-forum popular semacam Cookpad dan DetikFood, sekaligus untuk memasarkan produk kepada komunitas-komunitas baru.
  5. PROGRAM LOYALTI: Untuk meningkatkan retensi dan loyalitas pelanggan, Sari Rasa membuat program membership di website, promosi khusus follower dan subscriber, promosi khusus pembelian lewat website, dan juga sistem poin dalam setiap pembelian.

Dengan menerapkan strategi dan cara-cara di atas, Sari Rasa akan dapat mengembangkan usaha nya secara cepat, efektif, dan sistematis. 

Demikianlah cara memasarkan dan strategi marketing offline dan online dalam usaha kuliner, yang bisa dipakai setiap pengusaha, semoga membantu dunia bisnis makin berkembang.

 

*sumber gambar fitur: www.freepik.com | Business photo created by rawpixel.com

Artikel sebelumnya Class 107C: Tips Menjalankan Usaha Prasmanan (Buffet) yang Menguntungkan

Tinggalkan komentar

* informasi yang diwajibkan

Sale

Unavailable

Sold Out

Net Orders Checkout

Item Price Qty Total
Subtotal 0
Shipping
Total

Shipping Address

Shipping Methods